Tarakan — Belakangan ini beredar informasi di berbagai media yang menyebutkan bahwa Kota Tarakan memiliki potensi gempa bumi hingga magnitudo 7,0. Menanggapi hal tersebut, pihak BMKG melalui Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan memberikan klarifikasi untuk meluruskan pemahaman publik agar tidak menimbulkan kepanikan.
Menurut BMKG, informasi mengenai potensi gempa berkekuatan hingga M 7,0 benar adanya, namun perlu dipahami bahwa hal tersebut merupakan potensi, bukan prediksi.
“Kajian ilmiah menunjukkan bahwa wilayah Tarakan secara historis memang pernah dilanda gempa kuat pada tahun 1920-an dengan kekuatan di kisaran Magnitudo 6,8 hingga 7,0. Karena itu, potensi gempa kuat di wilayah ini memang ada secara geologis,” jelas Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan.
Perbedaan Potensi dan Prediksi
BMKG menegaskan, masyarakat perlu memahami perbedaan antara istilah potensi dan prediksi, yang sering kali tertukar dalam penyampaian informasi bencana.
-
Prediksi umumnya digunakan untuk fenomena cuaca seperti hujan atau badai, yang dapat diperkirakan waktu kejadiannya, misalnya “besok diprediksi hujan pukul 14.00”.
-
Potensi, seperti pada gempa bumi, menunjukkan kemungkinan terjadinya peristiwa tanpa bisa diketahui kapan waktunya akan terjadi. Gempa bisa saja terjadi dalam waktu dekat, puluhan tahun, bahkan ratusan tahun mendatang.
“Sampai saat ini, belum ada teknologi di dunia yang bisa memprediksi secara pasti kapan gempa akan terjadi,” tegas BMKG.
Dasar Penetapan Potensi Gempa
Potensi gempa di Tarakan didasarkan pada data sejarah dan kondisi geologi wilayah tersebut. Gempa bumi memiliki sifat berulang, sehingga jika suatu wilayah pernah mengalami gempa kuat di masa lalu, maka di masa depan wilayah itu memiliki peluang mengalami gempa serupa kembali.
Data gempa besar di Tarakan pada tahun 1920-an menjadi dasar ilmiah penetapan potensi ini.
Makna Potensi Magnitudo 7,0
Angka magnitudo 7,0 yang disebutkan bukan berarti setiap gempa di Tarakan akan berkekuatan sebesar itu. Nilai tersebut menunjukkan kekuatan maksimum yang mungkin dilepaskan oleh sumber gempa di wilayah tersebut.
Gempa-gempa kecil dengan magnitudo rendah (M 2,0 – M 4,0) bisa saja terjadi lebih sering dan tidak selalu terasa oleh masyarakat.
BMKG: Tetap Tenang, Tapi Siaga
BMKG menegaskan bahwa penyampaian informasi ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai bentuk edukasi publik agar masyarakat memahami risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi.
“Kita tidak perlu panik, namun penting untuk tetap waspada dan siap. Pastikan rumah aman dari risiko gempa, kenali jalur evakuasi, dan selalu ikuti informasi resmi dari BMKG,” imbau pihak BMKG.



5.jpg)
.png)









Komentar
Tuliskan Komentar Anda!