Dana Indonesia Luncurkan AI Enablement Playbook, Dorong Adopsi AI Nasional

Dana Indonesia Luncurkan AI Enablement Playbook, Dorong Adopsi AI NasionalFoto : Dana Indonesia Luncurkan AI Enablement Playbook, Dorong Adopsi AI Nasional

Zamantara.ID | JAKARTA – Dana Indonesia resmi meluncurkan AI Enablement Playbook, sebuah panduan strategis yang dirancang untuk membantu pelaku industri menilai sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam mengadopsi teknologi artificial intelligence (AI) secara terarah dan bertanggung jawab.

Panduan ini merangkum berbagai wawasan, metrik, hingga prinsip implementasi AI yang aman, inklusif, dan scalable, hasil dari diskusi lintas sektor antara pemerintah, pelaku industri, dan para pakar AI dalam forum AI@Work Lab.

Tak hanya menjadi panduan praktis, AI Enablement Playbook juga dilengkapi AI Enablement Checklist, yakni daftar periksa kesiapan industri dalam mengimplementasikan AI. Kehadiran pedoman ini menjadi kontribusi nyata Dana dalam mendukung Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional (AI Roadmap) yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Dalam proses penyusunan AI Roadmap tersebut, Dana Indonesia turut berperan aktif sebagai bagian dari Gugus Tugas Kebijakan AI Nasional.

CEO & Co-Founder Dana Indonesia, Vince Iswara, menilai masih banyak organisasi yang ingin memanfaatkan AI, namun belum memiliki kerangka kerja yang jelas dan terukur.

            “Di tengah perlombaan global dalam pemanfaatan AI, masih banyak organisasi yang belum siap secara struktural. AI Enablement             Playbook diharapkan menjadi pedoman agar implementasi AI tetap aman, inklusif, dan berdampak nyata,” ujar Vince, dikutip Sabtu             (13/12/2025).

Untuk memastikan keberhasilan adopsi AI, pedoman ini merekomendasikan kerangka kerja 3P, yaitu:

  • People: pemberdayaan talenta melalui literasi, pola pikir, dan keterampilan AI

  • Platform: kesiapan infrastruktur dan pengelolaan data

  • Policy: kebijakan, tata kelola, dan kolaborasi lintas sektor

Menurut Vince, kerangka 3P tersebut sejalan dengan fokus utama AI Roadmap Nasional yang mencakup pengembangan talenta, infrastruktur dan data, etika dan kebijakan, serta riset dan inovasi industri.

Salah satu isu yang disorot dalam AI Enablement Playbook adalah potensi risiko BYOAI (Bring Your Own AI), di mana karyawan menggunakan tools AI pribadi tanpa standar keamanan yang jelas.

Melalui AI Enablement Checklist, perusahaan dapat menilai kejelasan tujuan bisnis, kesiapan data, infrastruktur teknologi, hingga ketersediaan tools AI yang aman dan terstandarisasi.

            “Checklist ini membantu perusahaan mencegah risiko keamanan data, baik bagi perusahaan maupun konsumen,” jelas Vince.

Hasil asesmen dalam panduan ini mengklasifikasikan kesiapan perusahaan ke dalam tiga level, yakni Curious, Committed, dan Confident, sehingga organisasi dapat memahami posisi mereka dalam perjalanan transformasi AI.

            “Klasifikasi ini menjadi acuan untuk menentukan prioritas, menutup celah, dan membangun implementasi AI yang relevan serta             berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui AI@Work Lab, AI Enablement Playbook, dan AI Enablement Checklist, Dana menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem AI Indonesia melalui dialog lintas sektor, berbagi praktik terbaik, dan mendorong kolaborasi strategis.

Sebagai informasi, AI@Work Lab diselenggarakan Dana Indonesia di Jakarta pada 21 Oktober 2025, bekerja sama dengan Tech in Asia dan didukung Alibaba Cloud. Forum ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari Komdigi, Singapore Economic Development Board, hingga perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Google Cloud, Tiket.com, dan Kata.ai.

Forum ini menjadi ruang diskusi mendalam mengenai pemanfaatan AI yang bertanggung jawab demi memperkuat daya saing Indonesia di kancah ekonomi digital global.