Zamantara.ID | TARAKAN – Program bantuan pangan dari pemerintah pusat kembali menyasar masyarakat Kota Tarakan. Tercatat 8.256 Kepala Keluarga (KK) di empat kecamatan dan 20 kelurahan menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, yang disalurkan melalui Perum Bulog Cabang Tarakan bekerja sama dengan pemerintah kelurahan setempat.
Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Pada periode penyaluran kali ini, bantuan diberikan dua bulan sekaligus, sehingga masing-masing KK menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Tarakan, Zaman Syari, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Kota Tarakan. Salah satu lokasi penyaluran berlangsung di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Minggu (14/12/2025).
“Di Kelurahan Karang Anyar Pantai terdapat 709 KK penerima bantuan pangan. Beras dan minyak goreng kami drop ke masing-masing kelurahan untuk kemudian dibagikan langsung kepada warga penerima di wilayahnya,” ujar Zaman.
Zaman menambahkan, total 8.256 KK penerima bantuan tersebar di empat kecamatan dan 20 kelurahan di Kota Tarakan. Dalam dua pekan terakhir, distribusi bantuan telah dilakukan secara merata agar seluruh penerima dapat segera merasakan manfaatnya.
Selain Tarakan, program bantuan pangan ini juga disalurkan ke Kabupaten Nunukan dengan jumlah penerima mencapai 8.212 KK.
“Bantuan pangan ini merupakan penugasan langsung dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada Bulog, dan diperkuat dengan surat perintah resmi. Sebelumnya, penyaluran juga sudah kami laksanakan pada bulan Juni dan Juli, sementara saat ini yang sedang berjalan adalah alokasi Oktober dan November,” jelasnya.
Salah satu penerima bantuan, Samsir, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah kepada masyarakat kecil. Meski bantuan yang diterima berupa beras dan minyak goreng, menurutnya hal tersebut sudah sangat membantu kebutuhan rumah tangga.
“Alhamdulillah, sangat disyukuri. Beras ini bisa dimasak untuk makan bersama keluarga. Di rumah ada istri dan tiga anak, 20 kilo beras Insya Allah cukup untuk dua sampai tiga minggu. Minyak juga sudah ada, tinggal cari lauknya,” ungkap Samsir.
Sebagai pekerja serabutan, Samsir mengaku pendapatannya tidak menentu. Dalam sebulan, penghasilannya rata-rata sekitar Rp3 juta, bahkan terkadang hanya ratusan ribu rupiah.
“Kadang jadi buruh bangunan kalau ada panggilan, kadang ikut nelayan cari ikan. Apa saja dikerjakan selama bisa menghasilkan. Bantuan seperti ini sangat berarti, apalagi sekarang sulit cari pekerjaan,” pungkasnya.
Melalui program bantuan pangan ini, pemerintah berharap dapat menjaga daya beli masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Penyaluran bantuan juga diharapkan berjalan tepat sasaran dan transparan melalui sinergi Bulog dan pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan.


.jpg)




5.jpg)
.png)









Komentar
Tuliskan Komentar Anda!