TANJUNG SELOR – Minat investor asing untuk masuk ke Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan tren positif. Salah satunya datang dari investor asal Taiwan yang tertarik mengembangkan proyek desalinasi air laut sebagai solusi kebutuhan air bersih di wilayah kepulauan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menyambut baik rencana tersebut, mengingat sejumlah daerah kepulauan masih membutuhkan pasokan air bersih yang stabil. Meski demikian, rencana investasi ini masih berada pada tahap komunikasi intensif antara pemerintah daerah dan calon investor. Berbagai aspek teknis dan administratif masih harus dipersiapkan serta disepakati sebelum masuk pada tahap realisasi.
Penatakelola Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman Putrayani, membenarkan adanya rencana investasi tersebut. “Ada satu investor dari Taiwan yang tertarik mengembangkan desalinasi air laut. Mereka menargetkan empat pulau, yakni Bunyu, Tarakan, Nunukan, dan Sebatik,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Tarakan.
Rahman belum dapat membeberkan secara detail nilai investasi yang diajukan. Namun, ia memberikan gambaran bahwa proyek desalinasi berskala besar tersebut diperkirakan membutuhkan dana sekitar USD 100 juta.
Menurutnya, calon investor juga mengajukan syarat penting sebelum masuk ke tahap kerja sama yang lebih konkret, yakni permintaan sovereign guarantee atau jaminan dari pemerintah. “Mereka membutuhkan jaminan dari pemerintah untuk memastikan keberlanjutan proyek. Ini juga perlu disinkronkan dengan perencanaan daerah agar dapat dilihat kelayakannya,” tuturnya.
Investor Taiwan disebut menginginkan pasar yang cukup besar agar proyek dapat berjalan secara berkelanjutan. Untuk itu, pemerintah daerah akan memetakan kebutuhan dari sektor industri sebagai salah satu target potensial penyerapan air hasil desalinasi.
“Kami akan melihat peluangnya dari sisi industri, karena air hasil desalinasi nantinya tidak hanya bisa digunakan masyarakat, tetapi juga bisa dijual ke sektor industri. Namun informasi lanjutan belum kita terima. Saat ini kami juga masih membuka peluang bagi investor lain, termasuk dari Singapura dan Malaysia,” katanya.
Pemprov Kaltara berharap minat investasi ini dapat berlanjut hingga tahap realisasi, sehingga dapat menjadi solusi jangka panjang bagi daerah-daerah yang selama ini mengalami keterbatasan suplai air bersih.







5.jpg)
.png)









Komentar
Tuliskan Komentar Anda!