Baru Berdiri, Kantor Kemenhaj Kaltara Akui Kekurangan SDM untuk Layani Urusan Haji dan Umrah

Baru Berdiri, Kantor Kemenhaj Kaltara Akui Kekurangan SDM untuk Layani Urusan Haji dan UmrahFoto :

TARAKAN – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalimantan Utara mulai beroperasi setelah resmi berpisah dari Kementerian Agama (Kemenag). Meski sudah menjalankan fungsi pelayanan publik, kantor baru ini mengakui masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

Kepala Kantor Kemenhaj Tarakan, H. Asmawan, mengatakan bahwa idealnya kantor Kemenhaj di setiap provinsi memiliki 15 hingga 20 pegawai untuk menangani berbagai urusan haji dan umrah masyarakat.

“Mulai dari pendaftaran haji, tabungan haji, hingga perizinan travel umrah, semuanya membutuhkan dukungan SDM yang memadai,” jelas Asmawan, Rabu (3/12).

Saat ini, Kantor Kemenhaj Tarakan hanya memiliki enam pegawai, termasuk kepala kantor. Kondisi ini membuat beberapa fungsi administrasi dan layanan masih dalam tahap penataan.

“Kami masih menata SDM karena kantor ini merupakan kementerian baru, meskipun sebagian adalah pegawai lama dari Kemenag. Insya Allah, kami tetap mempersiapkan penyelenggaraan haji 2026 dengan pengalaman yang kami miliki,” ujarnya.

Asmawan menyebutkan bahwa pihaknya masih membutuhkan tambahan tenaga operator, staf administrasi, dan sejumlah pejabat struktural.

“Kami masih menunggu penerimaan CPNS atau rekrutmen pegawai lainnya. Untuk jabatan Kabid dan Kasi masih dalam proses penyusunan. Yang sudah terbentuk baru kantor kabupaten/kota serta kantor wilayah provinsi,” tambahnya.

Dengan berdirinya Kemenhaj sebagai instansi terpisah, pemerintah berharap layanan haji, umrah, dan perizinan travel religi dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. Pemisahan ini juga diyakini dapat memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap biro perjalanan ibadah.