NUNUKAN — Zamantara.id – Menjelang akhir tahun, harga sejumlah komoditas pangan strategis, termasuk beras, mulai menunjukkan kenaikan di beberapa wilayah Indonesia. Namun, di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pemerintah memastikan bahwa meski harga mengalami penyesuaian, ketersediaan beras tetap dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan setelah tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terpadu di berbagai titik distribusi pangan, Rabu (20/11).
Sidak tersebut melibatkan Polres Nunukan, Badan Pangan Nasional (BAPANAS) RI, Subdit Indagsi Polda Kaltara, serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari Pasar Inhutani, distributor beras, hingga pengecer. Tujuannya memastikan stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi potensi permainan harga yang kerap muncul menjelang masa puncak konsumsi akhir tahun.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kasubdit Indagsi Polda Kaltara, AKP Harry Arsa, S.Tr.K., S.I.K., bersama tim Unit Tipidter Satreskrim Polres Nunukan dan unsur terkait. Dalam rilis resminya, ia menegaskan bahwa sidak dilakukan sebagai langkah preventif terhadap potensi gejolak harga yang dapat merugikan masyarakat.
Cek Kualitas dan Distribusi: Dua Merek Beras Diambil Sampel
Titik pertama yang dikunjungi adalah Toko Amanah di Pasar Inhutani. Di lokasi ini, tim BAPANAS mengambil sampel dua merek beras yang banyak beredar di pasaran, yakni Mawar Melati dan 2 Ketupat.
“Pengambilan sampel ini bertujuan memastikan kualitas beras yang beredar sesuai standar nasional,” jelas AKP Harry Arsa.
Selain pengecekan kualitas, tim juga memeriksa gudang penyimpanan milik distributor untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam rantai pasok. Pemeriksaan meliputi sirkulasi udara, kebersihan gudang, dan tata letak karung beras. Langkah ini penting untuk memastikan tidak terjadi praktik penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar.
“Kami menegaskan kepada seluruh distributor untuk menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai SK Kepala BAPANAS RI Nomor SK/375/2025,” tambahnya.
Distribusi Diminta Tidak Dimainkan
Dalam sidak tersebut, petugas juga mengingatkan distributor untuk tidak melakukan praktik pembatasan suplai atau manipulasi harga yang dapat mengganggu stabilitas pasar. Sementara di tingkat pengecer, pengawasan difokuskan pada beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), yang menjadi instrumen utama pemerintah untuk menjaga harga tetap terkendali.
Menurut AKP Harry Arsa, kenaikan harga yang terjadi di Nunukan bukan disebabkan kelangkaan, melainkan biaya logistik. “Kenaikan harga dipengaruhi akomodasi kapal swasta dari Sulawesi dan Surabaya, ongkos buruh angkut di pelabuhan, serta penyesuaian harga dari produsen,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa struktur pasar Nunukan yang bergantung pada jalur transportasi laut membuat harga komoditas sangat sensitif terhadap perubahan biaya pengiriman. Meski demikian, ia memastikan tidak ada hambatan signifikan dalam arus pasokan beras menuju Nunukan.
Pasokan Masuk Stabil, Tidak Ada Penimbunan
Pasokan beras dari wilayah pemasok utama seperti Sulawesi dan Surabaya dipastikan tetap lancar. Kapal barang rutin melakukan bongkar muat tanpa kendala berarti.
“Jalur distribusi yang stabil ini menjadi faktor utama yang menjaga ketersediaan beras menjelang akhir tahun,” katanya.
Tim gabungan juga memastikan bahwa tidak ditemukan indikasi penimbunan beras di tingkat distributor maupun pengecer. Aktivitas pasar berjalan normal, dan stok di masing-masing titik distribusi berada pada level aman.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa pengawasan serupa akan terus dilakukan, baik secara berkala maupun situasional, sebagai upaya responsif terhadap dinamika harga pangan yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Fokus Tidak Hanya pada Beras
Dalam kesempatan tersebut, petugas menyampaikan bahwa pengawasan tidak hanya menyasar komoditas beras, tetapi juga berbagai bahan pangan strategis lain yang menjadi penyumbang inflasi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan daerah agar tidak terjadi lonjakan yang membebani masyarakat, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Sinergi BAPANAS, kepolisian, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga harga tetap terkendali,” tegas AKP Harry Arsa.
“Dengan pengawasan yang intensif, stabilitas pangan di Nunukan tetap terjaga serta distribusi beras terus berlangsung lancar dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.”
5.jpg)
.png)









Komentar
Tuliskan Komentar Anda!