OpenAI Digugat, ChatGPT Dituding Picu Kasus Bunuh Diri dan Delusi di Amerika Serikat

OpenAI Digugat, ChatGPT Dituding Picu Kasus Bunuh Diri dan Delusi di Amerika SerikatFoto : Perusahaan Open AI

Zamantara.id, Jakarta — Perusahaan pengembang kecerdasan buatan OpenAI kembali terseret ke ranah hukum di Amerika Serikat. Sebanyak tujuh keluarga resmi mengajukan gugatan terhadap perusahaan tersebut pada Kamis (6/11/2025) waktu setempat.

Menurut laporan TechCrunch, yang dikutip pada Sabtu (8/11/2025), dari tujuh gugatan tersebut, empat menuding bahwa ChatGPT memiliki peran dalam kasus bunuh diri yang dilakukan anggota keluarga mereka. Sementara itu, tiga gugatan lainnya menuduh chatbot tersebut memperburuk kondisi delusi dan gangguan mental, hingga membuat pengguna harus menjalani perawatan psikiatri di rumah sakit.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan melibatkan Zane Shamblin, pria berusia 23 tahun, yang dilaporkan mengakhiri hidupnya setelah berbincang dengan ChatGPT selama lebih dari empat jam. Berdasarkan log percakapan yang diungkap, Shamblin beberapa kali menyinggung niatnya untuk bunuh diri, termasuk menulis surat perpisahan, menyiapkan senjata api, dan berencana menembak dirinya sendiri setelah meminum beberapa botol sari apel.

Gugatan ini menambah panjang daftar kontroversi yang menimpa OpenAI, terutama terkait dampak sosial dan psikologis dari penggunaan teknologi kecerdasan buatan generatif yang semakin meluas.