TARAKAN – Perkembangan belanja melalui online shop kini mulai berdampak pada keberlangsungan pasar tradisional di Tarakan. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Pasar Gusher yang berada di Jalan Gajah Mada, yang saat ini terlihat tidak seramai beberapa tahun lalu.
Penggunaan teknologi digital membuat sebagian masyarakat beralih ke belanja online karena dinilai lebih mudah dan praktis. Dengan hanya menggunakan ponsel, kebutuhan dapat dipesan tanpa harus datang langsung ke pasar.
Meski demikian, pasar lokal belum sepenuhnya ditinggalkan. Masih ada masyarakat yang memilih berbelanja di pasar tradisional karena dapat melihat langsung kualitas barang, menawar harga, serta menjaga hubungan sosial dengan para pedagang. Namun jumlah pembeli tersebut diakui tidak sebanyak sebelumnya.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran para pedagang terkait masa depan pasar tradisional. Mereka berharap pasar lokal tetap mendapat perhatian dan dukungan agar mampu bertahan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Sekarang pembeli memang jauh berkurang. Dulu pagi sudah mulai ada pembeli, sekarang siang baru ada yang datang. Banyak orang lebih pilih belanja online karena katanya lebih praktis,” ujar Siti, salah satu pedagang baju pakaian di Pasar Gusher.
Ke depan, keberlangsungan pasar tradisional sangat bergantung pada pilihan masyarakat, apakah tetap mempertahankan kebiasaan berbelanja langsung di pasar lokal atau sepenuhnya beralih ke belanja online. Pasar tradisional diharapkan dapat beradaptasi agar tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat Tarakan.

5.jpg)
.png)









Komentar
Tuliskan Komentar Anda!