Aksi Bersih Pantai Amal 2025: Mahasiswa UBT Gaungkan Lingkungan Bersih, Sehat, dan Nyaman

Aksi Bersih Pantai Amal 2025: Mahasiswa UBT Gaungkan Lingkungan Bersih, Sehat, dan NyamanFoto : BEM Fakultas Teknik UBT menggelar aksi bersih di Pantai Amal dengan 20 peserta untuk mendorong kesadaran menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Zamantara.id, Tarakan — Kegiatan aksi bersih lingkungan kembali digelar di Pantai Amal, Tarakan, pada 16 November 2025, mengusung tema “Wujudkan Lingkungan Bersih, Sehat, dan Nyaman”. Aksi ini diprakarsai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan (UBT) sebagai bagian dari rangkaian Festival Teknik dan program Pengabdian Masyarakat BEM.

Ketua Umum BEM Fakultas Teknik UBT, Haikal Hermawan Pratama, menjelaskan bahwa aksi ini bertujuan menumbuhkan kepedulian mahasiswa dan masyarakat terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Pantai Amal.

Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tahun 2025, atas dukungan pendanaan yang telah diberikan sehingga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dapat terlaksana dengan baik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan atas fasilitasi, dukungan administrasi, serta koordinasi yang telah diberikan sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar.” tambahnya.


“Tujuan utama kegiatan ini adalah bagaimana kita bisa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, terutama di Pantai Amal yang menjadi lokasi sosialisasi dan pembukaan Festival Teknik,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 peserta, yang sebagian besar merupakan mahasiswa Fakultas Teknik. Meski jumlahnya terbatas, antusiasme dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan terlihat kuat sepanjang kegiatan berlangsung.

Haikal berharap kegiatan semacam ini dapat terus menjadi agenda rutin dan menggerakkan lebih banyak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.

“Harapannya kegiatan ini tetap berlanjut ke depannya. Tidak hanya saat acara, tapi bagaimana kita secara konsisten menjaga kebersihan agar lingkungan tetap terpelihara,” tambahnya.

Terkait tantangan terbesar, Haikal menilai faktor cuaca panas menjadi kendala utama. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat para peserta.

“Cuaca panas memang jadi tantangan, tapi bukan hambatan. Semangat untuk menjaga kelestarian Pantai Amal tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Aksi bersih ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak pihak terlibat dalam menjaga kawasan Pantai Amal sebagai ruang publik yang bersih, nyaman, dan layak dinikmati bersama.