TARAKAN – Malam final 5x5 Basketball Competition Kobasta 2026 tak hanya menjadi panggung adu gengsi antar pelajar, tetapi juga menghadirkan pesan penting tentang masa depan olahraga basket di Kota Tarakan. Melalui laga eksibisi basket usia dini antara Hope Akademi dan Garuda Kids Basket, publik disuguhkan gambaran nyata bahwa regenerasi atlet telah dimulai sejak usia paling dasar.
Sorak penonton yang memadati arena K3 tak hanya tertuju pada laga final utama, tetapi juga pada aksi anak-anak yang tampil penuh semangat, percaya diri, dan disiplin. Meski masih belia, permainan yang ditunjukkan mencerminkan hasil pembinaan yang serius dan berkelanjutan.
Ketua Umum PERBASI Kota Tarakan, Effendy Gunardi, S.E., M.M., mengaku bangga dapat menyaksikan langsung eksibisi tersebut di tengah malam final.
“Saya sangat senang bisa hadir dan melihat langsung eksibisi Garuda Kids melawan Hope Academy pada malam final 5x5 Basketball Competition yang diselenggarakan oleh Kobasta,” ujar Effendy.
Menurutnya, kedua akademi tersebut merupakan wajah terbaik pembinaan basket usia dini di Tarakan saat ini.
“Mereka menunjukkan permainan yang sangat baik. Ini bukti bahwa pembinaan basket sejak usia dini di Tarakan berjalan ke arah yang benar. Saya sangat proud dengan perkembangan mereka,” katanya.
Effendy menegaskan bahwa eksibisi ini tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan sarana pembentukan karakter generasi muda.
“Ini bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita membangun anak-anak yang sehat, sportif, dan bermental juara. Pengalaman tampil di event besar seperti ini akan menjadi bekal penting bagi mereka ke depan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kobasta selaku penyelenggara, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung kemajuan basket daerah.
“Terima kasih kepada Kobasta, orang tua, panitia, wasit, pelatih, tim medis, para donatur, dan seluruh pengurus PERBASI Kota Tarakan yang terus memberikan pendampingan demi pengembangan basket di kota ini,” ucap Effendy.
Menutup pernyataannya, ia berharap eksibisi usia dini dapat menjadi agenda rutin dalam setiap kompetisi besar basket di Tarakan.
“Semoga ini menjadi contoh bagi kita semua untuk terus mendukung basket Tarakan, sesuai motto PERBASI Kota Tarakan: No Drama, Basketin Aja,” pungkasnya.
Investasi Jangka Panjang Basket Tarakan
Sementara itu, Ketua Panitia Kobasta, Tri Nuraini Agusthia atau akrab disapa Mba Thia, menyebut eksibisi usia dini ini sebagai bagian dari visi jangka panjang pembinaan olahraga basket.
“Kami berinisiatif mengadakan eksibisi kids dari dua akademi basket yang ada di Tarakan, yaitu Hope Academy dan Garuda Kids Academy,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pembinaan basket usia dini mencakup anak-anak berusia 3 hingga 16 tahun, dengan fokus pada pengenalan dasar-dasar basket secara bertahap.
“Harapannya tentu untuk menciptakan bibit-bibit pemain basket, khususnya di Tarakan dan umumnya untuk Kalimantan Utara,” tambahnya.
Dengan antusiasme peserta, dukungan orang tua, serta kolaborasi berbagai pihak, eksibisi ini diyakini menjadi langkah awal lahirnya atlet-atlet basket masa depan yang mampu mengharumkan nama Tarakan dan Kalimantan Utara di level yang lebih tinggi.





.jpg)

5.jpg)
.png)








Komentar
Tuliskan Komentar Anda!