Jakarta — SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, diguncang insiden
ledakan yang bikin heboh pada Jumat (7/11). Sebanyak 96 siswa dilaporkan
terluka, dan 29 di antaranya masih dirawat di rumah sakit. Sisanya sudah
dipulangkan dan menjalani rawat jalan.
Polisi sudah mengamankan satu terduga pelaku,
tapi orang tersebut juga mengalami luka dan masih dalam perawatan.
Trauma Healing Dijalankan, Sekolah Disulap Jadi
Zona Pemulihan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung
turun tangan. Ia memastikan akan membangun pusat trauma healing buat para siswa
yang terdampak. Program ini bakal kolaborasi bareng KPAI dan para psikolog.
"Nanti kita siapkan pusat trauma healing, kerja sama dengan KPAI dan dokter psikolog," ujar Jenderal Sigit saat menjenguk korban di RS Cempaka Putih, Sabtu (8/11).
Pusat trauma healing ini juga bakal hadir
langsung di lingkungan sekolah, supaya siswa bisa curhat dan dapet penanganan
kalau ada keluhan psikis.
KBM Pindah ke Online, Fokus Pemulihan Dulu
Pemprov DKI Jakarta memutuskan kegiatan belajar
mengajar (KBM) di SMAN 72 bakal digelar secara daring mulai Senin (10/11).
Menurut Staf Khusus Gubernur DKI, Chico Hakim, sekolah masih dalam proses
sterilisasi dan pengamanan.
"KBM online akan berlangsung sampai sekolah dinyatakan aman dan bisa dipakai lagi," jelas Chico.
KPAI juga ikut mantau kondisi psikologis siswa
selama KBM daring berlangsung. Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, bilang
anak-anak tetap belajar, tapi sambil dapet pendampingan psikososial dulu.
Dukungan Psikis dan
Konseling Gratis Buat Semua
Pemprov DKI lewat Dinas PPAPP bakal all out
kasih dukungan psikologis buat siswa, guru, keluarga, bahkan warga sekitar yang
terdampak. Mobil SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) juga udah standby di sekolah
buat konseling gratis.
"Langkah cepat udah dilakukan supaya pemulihan fisik dan mental berjalan optimal," kata Chico.
Pemerintah Siap Cover Biaya Korban
Menteri Sosial, Gus Ipul, juga ikut menjenguk
korban dan menjamin semua biaya pemulihan bakal ditanggung pemerintah. Bareng
Pemprov DKI, mereka bakal bagi tugas mulai dari rehabilitasi sekolah sampai
program pemberdayaan korban.
"Mulai dari rehab, pemulihan, sampai program pemberdayaan kalau dibutuhkan," ujar Gus Ipul.
.jpg)


5.jpg)
.png)









Komentar
Tuliskan Komentar Anda!