TARAKAN – Upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di pesisir Kota Tarakan kembali digerakkan oleh anak-anak muda. Melalui kegiatan Sobat Bekantan, AYS Indonesia bersama lebih dari 100 relawan melakukan perawatan natural regeneration serta penanaman sekitar 5.000 pohon mangrove sebagai langkah nyata menjaga habitat satwa endemik pesisir pada hari Sabtu, 24 Januari 2026 di Kawasan Edu Park Kampung Empat.
Ketua AYS Indonesia, M. Abrar Siregar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap lingkungan, khususnya ekosistem mangrove yang memiliki peran vital bagi kehidupan pesisir.
“Hari ini kami melaksanakan perawatan natural regeneration sekitar 5.000 mangrove, sekaligus penanaman mangrove. Ini adalah upaya kami di bidang lingkungan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat, terutama anak-anak muda di Kota Tarakan,” ujar Abrar.
Menurutnya, mangrove bukan hanya berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi, tetapi juga menjadi penyerap karbon dan penyumbang oksigen yang sangat penting. Selain itu, kawasan mangrove merupakan habitat alami berbagai satwa endemik, termasuk bekantan.
Rangkaian kegiatan Sobat Bekantan tidak dilakukan secara instan. Sebelumnya, AYS Indonesia telah menggelar pelatihan, kampanye melalui media sosial, serta edukasi lingkungan yang menyasar kalangan muda agar terlibat aktif dan berdampak nyata bagi Kota Tarakan.
“Melalui aksi bersama lebih dari 100 relawan ini, kami melihat euforia dan antusiasme anak-anak muda yang sangat tinggi. Mudah-mudahan ini bermanfaat dan menjadi amal jariah untuk kita semua, karena sejatinya kita yang harus menjaga bumi, bukan bumi yang menjaga kita,” kata Abrar.
Para relawan yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa Universitas Borneo Tarakan, Politeknik Bisnis Kaltara, siswa SMK Negeri 4 Tarakan, relawan AYS, hingga pekerja muda yang turut meluangkan waktu untuk berkontribusi menjaga lingkungan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya komunitas Antara Lestari, Kelurahan Kampung Empat yang menjadikan kawasan tersebut sebagai pilot project Edu Park Mangrove, serta dukungan pelaku usaha dan entrepreneur muda di Kota Tarakan. Dalam kegiatan ini, panitia juga membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk turut berpartisipasi.
Menariknya, kegiatan Sobat Bekantan menerapkan konsep zero plastic event. Panitia sengaja tidak menyediakan snack box maupun air minum kemasan sekali pakai. Seluruh peserta diminta membawa tumbler sendiri, sementara panitia menyediakan galon air minum di lokasi kegiatan.
“Kami tidak ingin setelah kegiatan lingkungan justru menimbulkan masalah baru seperti sampah plastik. Satu sampah plastik bisa berdampak puluhan tahun untuk pulih, maka kami berupaya meminimalkan hal tersebut,” jelas Abrar.
Ke depan, AYS Indonesia menargetkan keberlanjutan program melalui pembentukan Sekolah Lapang Mangrove. Program ini akan mengajak mahasiswa dan relawan untuk melakukan penelusuran kawasan mangrove, termasuk rencana kunjungan ke Pulau Andau hingga wilayah Berau.
(Gambar : M.Abrar Siregar selaku Ketua AYS Indonesia)
“Nanti peserta akan kami fasilitasi, termasuk transportasi, dan akan mendapatkan sertifikat dari instansi lingkungan hidup. Relawan tidak hanya turun aksi, tapi juga dibekali ilmu dan studi literatur,” ungkapnya.
Abrar menegaskan, Kalimantan Utara saat ini menjadi salah satu pilot project penanaman mangrove terbesar di Indonesia, bersama dua provinsi lainnya. Karena itu, peran generasi muda dinilai sangat penting untuk memastikan upaya rehabilitasi mangrove berjalan berkelanjutan.
“Kami berharap program ini terus berlanjut, tumbuh AYS baru di Kota Tarakan, dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah serta perusahaan-perusahaan yang peduli lingkungan,” pungkasnya.



.jpg)



5.jpg)
.png)









Komentar
Tuliskan Komentar Anda!