Wajah Humanis Penegakan Hukum: Polres Tarakan Tekan Kriminalitas & Selesaikan 441 Kasus

Wajah Humanis Penegakan Hukum: Polres Tarakan Tekan Kriminalitas & Selesaikan 441 KasusFoto : Polres Tarakan 2025, Kriminalitas Tarakan, Restorative Justice Polres Tarakan, AKBP Erwin S. Manik, Narkoba Tarakan.

TARAKAN – Suasana di ruang Vicom Sanika Satyawada Mako Polres Tarakan pada Rabu (31/12/2025) terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni akhir tahun biasa, paparan yang disampaikan Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S. Manik, membawa angin segar bagi warga Kota Paguntaka. Di tengah dinamika sosial yang tinggi di kota perbatasan, Polres Tarakan berhasil membuktikan bahwa keamanan bisa diwujudkan melalui perpaduan antara ketegasan hukum dan kelembutan pendekatan humanis.

Sepanjang tahun 2025, grafik kriminalitas di Tarakan menunjukkan tren yang menggembirakan. Berdasarkan data akumulatif, total laporan masyarakat yang mencakup kasus kriminal umum, narkotika, hingga pelanggaran lalu lintas mencapai 563 kasus. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencatatkan 576 kasus.

Penurunan ini bukan terjadi secara kebetulan. Ini adalah buah dari patroli dialogis yang intensif dan respons cepat melalui layanan digital. "Efektivitas penyelesaian perkara kami mencapai 76,37%, di mana 430 kasus telah tuntas diselesaikan. Sisa 133 kasus lainnya masih menjadi pekerjaan rumah yang kami proses secara intensif dan profesional," tegas AKBP Erwin S. Manik.

Jika di sektor kriminalitas umum terjadi penurunan, sektor pemberantasan narkotika justru menunjukkan taringnya. Polres Tarakan tampaknya tidak memberikan ruang napas bagi sindikat barang haram. Hal ini terlihat dari lonjakan drastis jumlah barang bukti sabu yang berhasil disita.

Jika pada tahun 2024 jumlah sabu yang diamankan berada di angka 6.089,13 gram, pada tahun 2025 angka tersebut meroket menjadi 8.638,80 gram. Tak hanya sabu, petugas juga berhasil mengamankan 73 butir pil ekstasi dari tangan 93 tersangka laki-laki.

Angka sitaan yang hampir mencapai 9 kilogram ini menunjukkan dua hal: pertama, Tarakan masih menjadi jalur primadona peredaran narkoba; dan kedua, intelijen serta unit opsnal Polres Tarakan bekerja jauh lebih tajam dari tahun-tahun sebelumnya dalam mengendus pergerakan bandar.

Salah satu sorotan utama dalam kinerja Polres Tarakan tahun ini adalah keberhasilan mereka mengimplementasikan semangat Restorative Justice (RJ). Di bawah kepemimpinan AKBP Erwin S. Manik, polisi tidak lagi hanya menjadi "tukang tangkap", melainkan menjadi mediator yang adil.

Sepanjang 2025, sebanyak 441 kasus berhasil diselesaikan melalui jalur damai di luar pengadilan. Sebuah angka yang fantastis untuk level kepolisian resor. Rinciannya tersebar di berbagai wilayah:

  • Mako Polres Tarakan: 368 kasus

  • Polsek Tarakan Timur & Barat: Total 39 kasus

  • Polsek Tarakan Utara & KSKP: Total 40 kasus

"Hukum harus mampu menyentuh sisi kemanusiaan. Jika perdamaian bisa dicapai dan keadilan dirasakan kedua belah pihak tanpa harus berakhir di penjara, maka itulah kemenangan hukum yang sesungguhnya," jelas Kapolres. Pendekatan ini terbukti mampu menurunkan tensi sosial dan mencegah terjadinya dendam berkepanjangan antarwarga.

Kabar baik juga menyelimuti bidang lalu lintas. Tarakan mencatatkan penurunan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang signifikan, dari 96 perkara di tahun 2024 menjadi 73 perkara di tahun 2025. Yang paling melegakan adalah penurunan angka fatalitas; nyawa yang melayang di jalan raya berhasil ditekan menjadi 9 korban dibandingkan 12 korban pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini berjalan liring dengan inovasi pelayanan publik. Layanan Call Center 110 yang menerima 621 laporan sepanjang tahun, serta layanan pengaduan via WhatsApp, membuat masyarakat merasa lebih diawasi sekaligus dilindungi. Selain itu, perbaikan infrastruktur pelayanan seperti renovasi ruang publik dan pembangunan kantor Polsek baru menjadi bukti bahwa kenyamanan warga adalah prioritas utama.

Menutup laporan tahunannya, AKBP Erwin S. Manik menegaskan bahwa tugas polisi ke depan akan semakin kompleks. Selain menjaga Kamtibmas dan mengawal Operasi Lilin hingga 2 Januari 2026, Polres Tarakan bersiap mendukung visi besar Presiden RI dalam memperkuat ketahanan pangan.

Mulai Januari 2026, Polres Tarakan akan terjun langsung ke lahan-lahan pertanian untuk memulai program penanaman jagung secara masif. Ini adalah pesan kuat bahwa Polri kini hadir di setiap sendi kehidupan masyarakat—mulai dari menangkap pelaku kriminal, memediasi konflik, hingga turun ke sawah demi perut rakyat yang kenyang.

"Kami akan terus bertransformasi. Tarakan harus menjadi kota yang tidak hanya aman secara fisik, tapi juga nyaman secara batin bagi seluruh warganya," pungkas AKBP Erwin.