TARAKAN — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota
Tarakan resmi memulai babak baru dalam dinamika organisasi mereka. Melalui
persiapan Musyawarah Kota (Mukota) tahun 2026, organisasi wadah pengusaha ini
tengah mencari sosok nakhoda baru yang akan menakhodai gerak ekonomi daerah
untuk periode 2026–2031. Momentum ini dipandang krusial di tengah upaya
pemulihan dan penguatan struktur ekonomi lokal di Kalimantan Utara.
Proses transisi kepemimpinan tersebut ditandai dengan
dibukanya pendaftaran Calon Ketua Umum (Caketum) Kadin Tarakan. Langkah ini
bukan sekadar rutinitas administratif lima tahunan, melainkan sebuah ikhtiar
untuk menjaring figur yang mampu menyelaraskan kepentingan dunia usaha dengan
visi pembangunan pemerintah daerah.
Ketua Steering Committee (SC) Mukota Kadin Tarakan,
M. Erwinsyah, menjelaskan bahwa panitia telah menetapkan jadwal yang cukup
padat untuk memastikan proses pemilihan berjalan sesuai koridor organisasi.
Pendaftaran bagi para pengusaha yang berniat mencalonkan diri telah dibuka sejak
Kamis (5/3/2026) dan direncanakan berakhir pada Kamis (12/3/2026) mendatang.
"Kami memberikan waktu selama satu pekan bagi para
kader terbaik Kadin untuk memantapkan diri dan memenuhi seluruh persyaratan
yang ada. Penutupan akan dilakukan tepat satu minggu setelah pembukaan,"
ujar Erwinsyah saat ditemui di sekretariat panitia.
Aspek integritas dan loyalitas terhadap organisasi menjadi
tolok ukur utama dalam seleksi ini. Sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga (AD/ART) Kadin, para kandidat diwajibkan memiliki rekam jejak yang
jelas di internal organisasi. Salah satu poin yang ditekankan adalah calon
ketua harus berstatus sebagai pengurus atau minimal pernah menjabat dalam
kepengurusan Kadin sebelumnya.
Lebih lanjut, bukti administratif berupa Kartu Tanda Anggota
(KTA) yang masih aktif menjadi syarat mutlak yang tidak dapat ditawar. Hal ini
bertujuan untuk menjamin bahwa pemimpin yang terpilih nantinya adalah sosok
yang benar-benar memahami ideologi, visi, dan mekanisme kerja Kadin sebagai
mitra strategis pemerintah.
Di sisi teknis, panitia pelaksana atau Organizing
Committee (OC) terus mematangkan persiapan sarana dan prasarana. Ketua OC
Mukota Kadin Tarakan, Anthon Joy F. Nahampun, mengungkapkan bahwa pihaknya
telah membangun komunikasi intensif dengan pemangku kepentingan di tingkat
kota. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah audiensi dengan Wali Kota
Tarakan.
Pertemuan tersebut membuahkan hasil positif. Pemerintah Kota
Tarakan menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh gelaran akbar dunia usaha
ini. Wali Kota dijadwalkan akan hadir langsung untuk membuka secara resmi
agenda Mukota yang bakal dihelat di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Tarakan
pada Sabtu, 14 Maret 2026.
"Kehadiran orang nomor satu di Tarakan ini menjadi
sinyal kuat bahwa Kadin memiliki posisi tawar yang penting dalam pembangunan
daerah. Kami mengapresiasi kesediaan beliau untuk mengawal proses demokrasi
ekonomi ini," kata Joy.
Ketua Kadin Kota Tarakan yang saat ini masih menjabat (incumbent),
Effendy Gunardi, menekankan bahwa Mukota bukan sekadar ajang perebutan kursi
kepemimpinan. Menurutnya, fokus utama dari pertemuan besar ini adalah penguatan
konsolidasi organisasi di tengah tantangan ekonomi global yang kian kompleks.
Effendy mengungkapkan bahwa dalam audiensi sebelumnya,
Pemerintah Kota Tarakan menaruh harapan besar pada kepengurusan baru mendatang.
Kadin diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) serta menjadi jembatan bagi masuknya investasi ke Bumi
Paguntaka.
"Pesan dari Bapak Wali Kota sangat jelas, yakni Kadin
harus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah. Kami harus mampu
menerjemahkan kebijakan ekonomi daerah ke dalam peluang usaha yang konkret bagi
para anggota," tutur Effendy.
Selain itu, sinergi ini diharapkan dapat menciptakan iklim
usaha yang lebih kondusif dan kompetitif. Penguatan kolaborasi antara sektor
publik dan privat menjadi kunci dalam menekan angka pengangguran serta
meningkatkan daya beli masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia ini.
Gema Mukota Kadin Tarakan 2026 ini juga menarik perhatian
pengurus di tingkat provinsi. Ketua Umum Kadin Kalimantan Utara, Kilit Laing,
dipastikan akan hadir secara langsung untuk menyaksikan prosesi pemilihan
tersebut. Kehadiran tokoh-tokoh kunci ini dianggap penting sebagai bentuk
legitimasi dan dukungan moral bagi siapa pun yang nantinya terpilih memimpin
Kadin Tarakan.
Partisipasi aktif dari tingkat provinsi menunjukkan adanya
keselarasan visi antara kebijakan ekonomi di level daerah dan provinsi. Hal ini
diharapkan dapat mempermudah koordinasi program kerja di masa depan, terutama
yang berkaitan dengan proyek strategis nasional yang bersentuhan langsung
dengan Kalimantan Utara.
Menjelang hari pelaksanaan pada 14 Maret nanti, atmosfer
persaingan di kalangan pengusaha mulai terasa menghangat. Namun, Effendy
Gunardi mengingatkan agar seluruh pihak tetap mengedepankan etika berorganisasi
dan semangat kekeluargaan.
"Siapa pun yang terpilih nanti memikul tanggung jawab
besar untuk membawa Kadin lebih inklusif. Kita butuh pemimpin yang bisa
merangkul semua sektor, mulai dari jasa, konstruksi, hingga industri kreatif
yang sedang berkembang pesat di Tarakan," tambahnya.
Harapan masyarakat ekonomi Tarakan kini tertuju pada hasil
Mukota tersebut. Di tengah transisi kepemimpinan ini, publik menantikan
program-program terobosan yang dapat menjawab tantangan digitalisasi ekonomi
dan hilirisasi produk lokal. Kadin Tarakan periode 2026–2031 akan diuji sejauh
mana mereka bisa tetap relevan sebagai organisasi yang tidak hanya membela
kepentingan pengusaha, tetapi juga berkontribusi nyata pada kesejahteraan
sosial melalui pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan sisa waktu pendaftaran yang singkat, bursa calon
diprediksi akan semakin dinamis. Mukota 2026 ini diharapkan menjadi tonggak
sejarah baru bagi kemajuan ekonomi di ujung utara Kalimantan.







5.jpg)
.png)









Komentar
Tuliskan Komentar Anda!