TARAKAN – Musyawarah Kota (Mukota) VII yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tarakan menjadi momentum penting bagi para pelaku usaha dalam memperkuat sinergi serta membangun iklim usaha yang lebih kondusif di daerah.
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Dunia Usaha Menuju Tarakan HIBOT” tersebut digelar di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Tarakan pada Sabtu pagi (14/03/2026).
Mukota VII ini mempertemukan berbagai unsur dunia usaha, mulai dari pengurus KADIN, pelaku usaha lokal, asosiasi bisnis, hingga para pemangku kepentingan yang memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi daerah.
Tidak hanya menjadi agenda organisasi untuk memilih kepengurusan baru, Mukota KADIN Tarakan juga menjadi forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan serta program kerja organisasi dalam lima tahun ke depan.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai isu yang berkaitan dengan penguatan iklim usaha, peningkatan investasi, serta pemberdayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tarakan.
Agenda utama dalam kegiatan ini meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus KADIN Tarakan periode sebelumnya, sekaligus pemilihan Ketua Umum KADIN Kota Tarakan untuk masa jabatan 2026–2031.
Ketua Panitia Mukota VII KADIN Tarakan, Anton Joy F. Nahampun, dalam sambutannya menjelaskan bahwa proses penjaringan calon ketua telah dilakukan sejak sepekan sebelum pelaksanaan Mukota.
Menurutnya, panitia telah membuka pendaftaran bagi para anggota yang ingin mencalonkan diri sebagai Ketua KADIN Tarakan.
Namun hingga batas akhir pendaftaran pada Kamis sore, hanya terdapat satu kandidat yang secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua.
Sebelum pelaksanaan Mukota, panitia juga menggelar kegiatan Pra Mukota yang berlangsung pada Jumat sore (13/03/2026) di Hotel Tarakan Plaza.
Pra Mukota tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi antara pengurus KADIN Provinsi Kalimantan Utara dengan pengurus serta pelaku usaha di Kota Tarakan.
Melalui forum tersebut, berbagai hal teknis serta agenda pelaksanaan Mukota dibahas agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

Dalam pelaksanaan Mukota VII KADIN Tarakan, Effendy Gunardi, SE., MM kembali dipercaya untuk memimpin organisasi tersebut.
Sebagai Ketua KADIN Tarakan terpilih, Effendy menyampaikan bahwa sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, serta masyarakat merupakan kunci utama dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, KADIN memiliki peran strategis sebagai jembatan antara dunia usaha dan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.
Melalui forum Mukota ini, Effendy berharap dapat lahir berbagai gagasan serta kolaborasi nyata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan.

Ia menekankan bahwa peningkatan investasi, penguatan UMKM, serta penciptaan lapangan kerja menjadi prioritas penting dalam kepengurusan KADIN ke depan.
“Kami melaksanakan Mukota VII KADIN Tarakan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Saat ini terdapat satu calon ketua yang mendaftar,” ujar Effendy.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan komitmen KADIN Tarakan untuk menjalankan organisasi secara transparan dan profesional.
Effendy menyampaikan bahwa selama lima tahun ke depan KADIN Tarakan tidak akan mengambil keuntungan dari proses perizinan yang berkaitan dengan dunia usaha.
“KADIN berkomitmen selama lima tahun ke depan tidak mengambil satu persen pun dari proses perizinan. Semua rekomendasi yang dikeluarkan KADIN Tarakan tidak dipungut biaya,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen KADIN Tarakan dalam menjaga integritas organisasi sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat bagi para pelaku usaha di daerah.
Selain membahas arah kebijakan organisasi, Effendy juga menyinggung sejumlah program yang sebelumnya telah dijalankan oleh KADIN Tarakan.
Salah satunya adalah program KADIN Tarakan Bicara yang sempat diluncurkan pada masa pandemi COVID-19.
Program tersebut bertujuan membantu para pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Melalui program tersebut, pelaku usaha diberikan pelatihan dan pendampingan agar dapat mengembangkan usaha mereka melalui platform digital.
“Melalui program tersebut, para pelaku usaha dapat bermigrasi ke sistem online serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan digital,” jelas Effendy.
Menurutnya, transformasi digital menjadi salah satu kunci penting bagi pelaku usaha untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan iklim ekonomi yang sehat.
Pemerintah diharapkan mampu memberikan dukungan serta kebijakan yang berpihak pada pengembangan dunia usaha.
Di sisi lain, para pelaku usaha juga diharapkan dapat menjalankan bisnis secara profesional serta mematuhi berbagai aturan yang berlaku.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, Effendy optimistis perekonomian Kota Tarakan dapat terus berkembang.
Tema Mukota VII KADIN Tarakan yang mengusung “Sinergi Dunia Usaha Menuju Tarakan HIBOT” menurutnya bukan sekadar slogan.
Tema tersebut merupakan komitmen bersama seluruh anggota KADIN untuk memperkuat kolaborasi dalam memajukan perekonomian daerah.
Dalam kesempatan itu, Effendy juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan KADIN Tarakan selama ini.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tarakan, Forkopimda, para stakeholder, perbankan, sponsor, serta berbagai asosiasi bisnis yang telah bekerja sama dengan KADIN.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tarakan, Forkopimda, stakeholder, perbankan, sponsor, serta berbagai asosiasi yang telah mendukung perjalanan KADIN Tarakan selama ini,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan KADIN Tarakan periode 2026–2031 dapat menjadi organisasi yang lebih solid dan kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan.
Selain itu, KADIN juga diharapkan mampu terus mendampingi para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis mereka.
Melalui Mukota VII ini, KADIN Tarakan diharapkan dapat melahirkan kepengurusan yang solid serta program kerja yang berpihak pada penguatan iklim usaha.
Dengan dukungan berbagai pihak, dunia usaha di Kota Tarakan diharapkan dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Kalimantan Utara.
Mukota VII KADIN Tarakan pun menjadi momentum penting bagi dunia usaha untuk memperkuat kolaborasi serta membangun masa depan ekonomi daerah yang lebih baik. (z)









5.jpg)









Komentar
Tuliskan Komentar Anda!